Anting Bayi Untuk Bayi Yang Baru Lahir?

Kehadiran sang buah hati memang sudah lama Anda tunggu – tunggu. Banyak hal yang Anda persiapkan untuk menyambut kehadiran buah hati Anda, mulai dari kamar bayi, pakaian, popok hingga perhiasan yang nantinya akan dikenakan. Bagi Anda yang memiliki bayi perempuan mungkin memberikan anting untuk bayi secepatnya dalam beberapa hari setelah lahir mungkin waktu yang tepat. Melakukan tindik pada bayi perempuan mungkin sudah menjadi budaya tersendiri di Indonesia. Selain itu, memberikan anting bayi bisa mempercantik buah hati Anda. sebagian mungkin memberikan tindik anting bayi baru lahir akan merasa kasihan. Namun sebenarnya, kapankan memberikan anting bayi yang tepat?

Anting Bayi Model Binatang

Hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan anting bayi

Bagi Anda yang ingin melakukan tindik anting bayi setelah bayi lahir, mungkin ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan. Hal tersebut dilakukan akan telinga bayi Anda tidak mengalami hal yang serius.

  1. Usia sang buah hati Anda

Gangguan yang paling ditakuti setelah melakukan tindik anting bayi baru lahir adalah adanya infeksi yang mengganggu. Maka dari itu, untuk melakukan tindik pada telinga bayi harus benar – benar dilakukan oleh tenaga medis dan juga alat yang benar – benar steril. Sebab tenaga medis akan lebih mengetahui tentang kondisi bayi Anda sebelum dilakukan tindik.

Di samping itu, melakukan tindik anting bayi sangat dianjurkan untuk dilakukan saat bayi benar – benar sudah cukup tua. Ada beberapa tenaga medis yang menyarankan untuk melakukan tindik saat bayi sudah memasuki usia dua bulan. Walaupun mungkin akan sangat minim terjadi infeksi, pada bayi yang berusia 2 bulan yang melakukan tindik bisa terjadi demam atau infeksi kulit. Maka dari itu, biasanya para dokter akan mengambil urin bayi atau kultur darah sang bayi agar infeksi tidak menyebar.

Meski begitu, melakukan tindik pada berapapun usia sang buah hati memang akan memiliki resiko. Hal tersebut bisa dicegah jika dilakukan perawatan yang sungguh – sungguh. Kabar baiknya lagi, melakukan tindik pada bayi yang baru lahir kebanyakan tidak mengalami infeksi apapun dan sudah banyak yang membuktikannya.

  1. Jarum yang digunakan untuk menindik

Bagi Anda yang ingin melakukan tindik anting bayi, sangat dianjurkan untuk menggunakan jarum tindik yang terbuat dari perak, emas, platinum maupun stainless steel. Bahan – bahan tersebut mampu dipercaya dapat menurunkan adanya resiko infeksi, alergi dan juga ruam merah.

  1. Orang yang melakukan tindik

Seperti yang telah dikatakan sebelum, dalam melakukan tindik anting bayi sangat dianjurkan dilakukan oleh dokter atau tenaga medis. Sangat tidak dianjurkan untuk melakukan tindik pada toko perhiasan ataupun pada pusat perbelanjaan. Tempat – tempat seperti itu kemungkinan menggunakan jarum tindik yang tidak steril. Di samping itu, orang yang melakukan tindik memang benar – benar orang yang ahli, berpengalaman dan telah mendapatkan pengawasan khusus. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya resiko apapun yang terjadi.

  1. Pemilihan anting bayi

Setelah melakukan tindik pada telinga bayi, Anda bisa memasangkan anting untuk bayi Anda. untuk pemilihan anting bayi sendiri bisa menggunakan anting dengan bahan emas, perak, stainless steel atau logam mulia yang tidak memicu terjadinya infeksi dan ruam. Di samping itu, model anting bayi yang baik adalah bulat dan sangat kecil dan bagian depan yang datar. Dan juga penutup pada anting juga harus menutup semua bagian belakang anting.

Berikan anting pada bayi Anda yang benar – benar pas sehingga tidak akan mudah terjatuh saat buah hati Anda memainkannya. Sangat tidak dianjurkan dalam memilih model anting bayi dengan bentuk yang menjuntai. Sebab hal tersebut bisa tersangkut pada pakaian atau benda lainnya. jika sudah tertarik maka akan bisa melukai bayi Anda. di samping itu, bentuk anting tersebut bisa masuk ke dalam mulut sang bayi dan membuatnya tersedak.

  1. Perawatan setelah melakukan tindik anting bayi

Kunci utama setelah melakukan tindik adalah perawatan dengan sangat baik agar infeksi bisa dicegah. Perawatan yang bisa Anda lakukan setelah melakukan tindik bayi adalah tidak melepaskan anting selama enam minggu hingga luka benar – benar kering. Anda bisa mengoleskan alkohol di area cuping telinga dua kali dalam sehari. Dan jangan lupa untuk memutar anting bayi sehari sekali. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi adanya infeksi dan mempercepat penyembuhan. Di samping itu, Anda juga harus segera mengeringkan bagian area yang ditindik agar tidak lembab. Setelah hal tersebut dilakukan selama 6 minggu, Anda bisa mengganti anting bayi agar lubang tidak tertutup.

Anting Bayi Mini Menarik

Model Anting Bayi Menarik

Model Anting Bayi Kupu-Kupu

Anting Bayi Model Imut

Anting Bayi Model Cantik

Manfaat memberikan anting bayi

Selain sebagai aksesoris, penggunaan anting untuk bayi juga bisa memiliki manfaat yang baik secara medis. Percaya tidak percaya, melakukan tindik bayi sedini akan memberikan manfaat yang baik untuk bayi itu sendiri. Melakukan tindik anting bayi sedini mungkin akan menurunkan resiko terjadinya bekas luka atau keloid. Bekas luka yang terjadi saat melakukan tindik akan lebih mudah terjadi pada anak yang berkulit gelap. Baca juga Kalung Korea Yang Trend Di Indonesia.

Menurut penelitian, bekas luka atau keloid tebal bisa terjadi pada anak yang ditindik setelah berumur 11 bulan. Bekas luka atau keloid yang terjadi pada anak akan sulit untuk diobati. Bahkan bisa membutuhkan operasi kecil atau suntikan untuk bisa membuang keloid tersebut. Di samping itu, telinga bayi yang ditindik sejak dini akan semakin mudah dalam melakukan perawatan. Sehingga perawatan yang dilakukan akan lebih optimal. Tentu saja sebagai orang tua tidak akan membiarkan telinga bayi Anda mengalami infeksi.

Leave a Comment